Artikel ini memeriksa secara kritis pemikiran Jacques Maritain tentang dialektika antara tragedi humanisme modern dan solusi humanisme integral. Tiga paradoks fundamental—sakralisasi rasionalitas yang mengarah pada irasionalitas, emansipasi manusia yang mengarah pada alienasi, dan progresivitas yang mengarah pada dehumanisasi—menjadi fokus utama penelitian. Penelitian ini mengungkap bagaimana Maritain mengonstruksi argumen tentang kegagalan humanisme antroposentris yang tercerabut dari dimensi transendental, menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dan analisis konseptual terhadap teks awal “Integral Humanism.” Penelitian menemukan bahwa ada tiga krisis yang menyatukan tragedi humanisme modern. Yang pertama adalah krisis epistemologis, yang menunjukkan bahwa rasionalitas modern memiliki keterbatasan; yang kedua adalah krisis antropologis, yang mengurangi manusia pada dimensi materialnya; dan yang terakhir adalah krisis aksiologis, yang menghasilkan relativisme moral. Maritain memberikan konsep fundamental tentang humanisme sebagai jalan tengah yang menggabungkan dimensi temporal dan spiritual dalam kesatuan dialektis. Penelitian ini penting karena mengembalikan pemahaman kita tentang humanisme yang melampaui perbedaan antara antroposentrisme dan teosentrisme. Ini juga memberikan kontribusi teoretis untuk perkembangan filosofi humanisme modern, dan menawarkan kerangka konseptual untuk memahami krisis kemanusiaan yang terjadi di zaman sekarang. Studi ini membuka mata baru pada diskusi filosofis tentang hubungan antara manusia, modernitas, dan transendensi.