SELAMAT DATANG DI

LEMBAGA PENERBITAN UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 (UNTAG) SEMARANG

UNTAG PRESS

KATALOGKONTAK KAMI
No Image Available

Keterbatasan Komunisme dan Perlunya Sebuah Humanisme Baru: Pemikiran tentang Masa Baru dari Budaya Kekristenan

 Author: Irwan, Fedrianus Korintius Lektawan  Publisher: UNTAG PRESS  Published: April 25, 2025  ISBN: 978-623-89040-5-1 More Details  Beli / Unduh
 Description:

Paham Komunis menarik bukan hanya karena kekuatan yang dimilikinya dalam negara dan pergerakan, tetapi juga karena kesetiaan pada pahamnya. Ini mampu menghimpun sejumlah kekuatan dalam masyarakat untuk mengadakan pergerakan melawan kuasa pemerintahan yang berlangsung (status quo). Ini kemudian memantapkan pendirian sosialisnya pada suatu bentuk negara untuk selalu diikuti dalam rangka mencapai kondisi tertentu. Keadaan ini mampu berlangsung terus menerus melalui pemahamannya yang mencengkeram, contoh: keberlangsungan paham komunis di Cina, Korea Utara, dan Vietnam. Ujaran kekuasaan bagi semua ini, nyatanya berlangsung sepihak tanpa bisa digoyahkan oleh pihak mana pun.
Maritain memandang ini sebagai usaha pencapaian yang setara dengan pencapaian yang dicanangkan agama. Meski mengklaim diri sebagai ateis, namun penanaman – penancapan paham Komunisme dalam pikiran seseorang, merupakan usaha “meng-agama”. Ini mengutarakan pemahamannya sebagai jalan penyelamatan umat manusia, mengatakan diri sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kehidupan manusia. Klaimnya, apabila pemikiran ini tidak dilakukan, maka manusia akan tersisihkan dari kehidupan yang layak. Komunisme (mengatakan diri) sebagai jawaban atas jurang ketidakadilan yang berlangsung di dunia.
Di satu sisi, perlu dipahami bahwa Komunisme merupakan jawaban atas keberlangsungan paham liberal yang pada masa itu telah melahirkan jurang kehidupan lebar di pelbagai tempat. Masyarakat miskin tersebar di mana-mana – seperti wabah penyakit, sementara itu di beberapa tempat tertentu keluarga-keluarga kaya menikmati kehidupan dan kenyamanannya (keamanan) yang tak tergoyahkan – tak tersentuh (invicible). Kebencian pada jurang kehidupan yang berlangsung ini, memunculkan paham Komunis dan keyakinan pada solusinya menjadikannya terus berkelanjutan.
Paper ini hendak menggali lebih dalam tentang bagaimana komunisme menarik sejarah kemanusiaan, serta bagaimana kekristenan sebenarnya mempunyai jawaban lebih baik dari padanya. Paper ini mengambil rujukan sepenuhnya dari pemikiran Jacques Maritain pada buku Humanisme Integral. Pemaparan ini dilengkapi dengan pembahasan terkait pada penelitian-penelitian terkait. Tujuan dari tulisan ini adalah penjelasan mengenai keterbatasan komunisme dan kemenarikan kekristenan bagi kemanusiaan.